dungteng

Everything about WordPress.com Free Action

Berbohong itu Pintar

Bingung mau posting apa, sambil berbenah mengambil tema “Berbohong itu Pintar ” sebab kenapa ? orang lebih cenderung berbohong di internet dan memang terjadi di banyak negara.

Inner Lie

Faktanya adalah pada tahun 2001 di Amerika, saat blog masih masih disebut weblog,sebuah forum berbahasa inggris pernah heboh karena kasus kematian weblogger populer Kansas yang bernama Kaycee Swenson akibat kanker leukimia. Ternyata, Kaycee hanyalah pesona fiktif yang diiptakan “ibu” Debbie untuk mengundang ribuan simpatisan.

Fakta kedua adalah pada tahun 2010 sempat mencatat skandal bloger tunanetra, Ramaditya, yang mengaku menciptakan berbagai musik untuk game-game populer Jepang, kenyataannya yang dilakukannya hanya rename dan copas.

Salah satu teori yang dijuluki “deindividuasi” menduga bahwa penyebab orang lebih mudah/sering berbohong di internet adalah keterlepasan dari atribut-atribut asli (nama,rupa fisik dll)

Sebagian besar kebohongan yang terjadi di internet tidaklah berbahaya. Banyak dari kita punya beberapa account e-mail, nikname aneh-aneh atau menyamar jadi orang lain di ruang chat, tetapi tentu bukan untuk menipu orang karena hartanya atau menyakiti perasaan orang lain, melainkan sekedar bermain dan melepaskan diri sejenak dari realitas, sesuatu yang menurut banyak pakar dipandang sehat-sehat saja.

Berbohong juga tampaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian manusia. terlepas dari tuntutan agama yang mewajibkan kita jujur setiap saat. “bohong adalah dosa”, kenyataannya,nyaris setiap orang setiap hari berbohong kecil : berbasa basi, bercerita sambil memberikan sedikit bumbu, menyembunyikan hal-hal tertentu dari istri/anak,teman/suami, memberikan pujian kosong, melakukan gertak sambal dan sebagainya.Berbohong itu ibarat pelumas untuk  roda kehidupan masyarakat. Apa jadinya kalau setiap orang berterus terang ( temasuk  mengutarakan kejelekan dan ketidak sukaan kepada orang lain )? Bukankah masyarakat seperti itu tiak nyaman ?

Beberapa study menunjukan kaitan antara kemampuan berbohong dan tingkat kecerdasan. Anak yang mulai berbohong sejak lebih dini dan lebih pandai dalam melakukannya, ternyata memiliki otak yang lebih encer dan lebih berpeluang  sukses saat besar nanti. Pembohong patologis ternyata memiliki lebih banyak sel neuron dan interkoneksi di otaknya. wajar saja karena untuk bebohong, kita harus menyusun skenario, merangkai kata dan selangkah di depan mereka.

Dengan kondisi internet saat ini yang anonim dan memisahkan identitas asli dengan indentitas online, kita justru diingatkan bahwa internet memegang penuh hal berbahaya dan mewajibkan kita berhati-hati saat online. Jika identitas disamakan, bukankah kewaspadaan orang akan menurun ?

Bukan hanya berbohong yang butuh otak enceer, selalu waspada dan berusaha mendeteksi kebohongan juga bisa meningkatkan kecerdasan. masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang diisi oleh individu-individu yang sadar akan potensi dan bahaya yang terkandung dalam internet, yang bisa memilah dan  mengecek sendiri informasi yang ada di internet, bukan masyarakat yang disodori internet yang sudah disensor, difilter, sudah jadi bubur yang tidak perlu dicerna. masyarakat yang seperti itu adalah masyarakat yang bodoh, yang ompong dan tidak independen dalam berfikir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: